PMS bukan Penyakit Menular Seksual

PMS yang ini bukan Penyakit Menular Seksual lho.. Tapi Pre Menstruasi Syndrom (pake bahasa indonesia aja ya… ketimbang mau keren tapi salah tulis haha…) Jadi dah seminggu ini aku PMS, udah googling tanda-tanda PMS, ni diyee….

Sindrom pramenstruasi (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya.

Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan.  Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid.

Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS.

Pertama, wanita yang pernah melahirkan. Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum). Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 – 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS). Kelima, diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS).

Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan  AS, membagi PMS menurut gejalanya . Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri.

PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel karena tingginya asupan garam atau gula. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang kadang-kadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat.

PMS tipe D (depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A.

PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A. 

Ada pula kram perut Pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS.  Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini mulai terasa 10 – 14 hari sebelum haid dan hilang begitu haid datang.

(diresume dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_pramenstruasi)

Ok, nah abis baca-baca soal PMS itu, jadi apa yang aku rasain itu tanda PMS??

Kalo pas ama hitunganku, Hari Pertama Haid ku harusnya tanggal 19 Februari 2011.. and guess what?? udah seminggu ini aku dah mulai ngerasain tanda-tanda ini:

  • Pusing (reda sebentar kalo habis makan ..waks…habis itu pusing lagi>> apa harus makan lagi???)
  • Insomnia (nah kalo yang ini gara-gara kangen suami apa PMS hahaha..)
  • Demam (dah seminggu demamnya ga ilang juga, badan ga ngerasa demam tapi badan anget terus. Ngerasa badan sehat aja, tapi anget. Ngerasa ujan tapi anget (soalnya selimut tebal sampe leher)hehe…)
  • Sensitif dan Emosi Naik Turun (nah ini yang paling sering jadi korban tuh suami…haha.. dan alasan PMS jadi Alasan Pemaaf yang harus *terpaksa* dipahami ama suami. Kalo lagi sensi n pengen marah2 pake prolog dulu …”lagi PMS nih lagi PMS…! Sebodo ama yang ga tau artinya… apa Penyakit Menular Seksual ato Penyakit Malah Sewot (kata si Agung) hehehe…. Kalo ada prolog PMS, setelah marah, ga ada rasa bersalah… dan rasanya LEGAAA.. aneh kan?
  • Kadang-kadang malah ngantuk banget (hiks… sebenernya ini bukan tanda PMS, kalo malem INSOMNIA kalo siang ngantuk.. Wajarlah Wil!!!! *tepukpipipelanaja*)

Tapi… tanda-tanda fisik yang biasanya muncul sebelum haid kok belum muncul semua ya misal PD yang udah mulai sakit dan kencang, kalo kram perut si dah mulai muncul (which is bukan salah satu tanda PMS). Mungkin kalo dilihat aku termasuk PMS Tipe A… ditambah Insomnia, tapi ga nyampe lah ada keinginan bunuh diri!! hahaha… Doanya aja minta umur panjang, nikah baru setahun lebih dikit n belum punya baby n belum bisa ngebahagiain ortu.. Amien smoga diberi umur panjang. walah jadi ngelantur, kembali ke tema donk.

So.. PMS ini katanya akan mulai menghilang saat mulai menstruasi.. jadi kita tunggu aja ya… (kemaren sedikit flek, tapi sudah ga lagi). Bukannya aku seneng menunggu menstruasi datang, cuman PMS nya ga enakin banget. But, I’m more happy if my period don’t come!! Not cause of desease, but cause of pregnancy, Amien. Wish me ..

Satu lagi, kalo menstruasi jadi inget kalo harus daftar ke BIC buat kontrol n program lagi ke Dr. Ivan (harus mulai nelp kalo ga bisa ga dapet antrian).. Kadang capek harus ketemu dokter charming itu, bukan karena dokternya, karna takut berharap dan kecewa lagi. Ya Allah dengarkanlah doa hambamu ini.. Amien.

Tentang wilma

hanya manusia biasa yang ingin hidup bersama dengan manusia biasa, mengharap Ridho-Nya.
Pos ini dipublikasikan di My Diary dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s