Pahamilah kami

Ini hanyalah sekedar coretan dari lukisan perasaan hati ku untuk seseorang dan seluruh keluargaku, semoga bisa memahami…memahamiku, memahaminya dan memahami kami dan niat baik kami

  • Bolehkah aku bersamanya?
  • Boleh jawabmu semua
  • Tetapi ternyata tanya jawab belumlah usai sampai disitu
  • Ada pertanyaan yang sudah lampau yang ditanyakan padaku sekarang
  • Ketika aku akan memilih, maka aku harus bisa memilih dia yang bisa menjamin masa depan dan kebahagiaanku
  • Kubertanya dia yang bagaimana yang bisa menjamin masa depan dan kebahagiaanku?
  • Semua bilang hanya aku yang tau jawabnya
  • Sedangkan aku sendiri benar benar tidak tahu jawabannya
  • Kubertanya pada Ibu yang telah memilih Bapak sebagai pendampingnya
  • Ibu pun tidak tahu jawabnya
  • Lalu mengapa pertanyaan yang mereka tidak tahu jawabnya dipaksakan padaku untuk menjawab?
  • Semua yang fana tidaklah kekal, bukankah itu prinsip hidup yang semua orang tahuu
  • Kaya tidak akan selalu kaya dan bahagia, sehat bukan berarti tidak bisa sakit, lengkap bukan berarti tidak cacat, baik bukan berarti tidak ada buruknya
  • Sekarang bekerja, belum tentu besok, sekarang berlimpah harta, besok belum tentu, sekarang rupawan, besok pasti memudar
  • Tidakkah itu semua harusnya mereka semua tahu
  • Tidak ada yang bisa menjamin nasib manusia di dunia
  • Aku hanyalah wanita akhir zaman yang tak mengerti bagaimana memilih dia yang bisa menjamin masa depan dan kebahagianku
  • Karna yang kutahu hanya sekarang, aku tidak tahu yang akan datang
  • Ketika aku menyerah kalah, ternyata tanya jawab soal lain pun masih berlangsung
  • Soal keseriusan, niat dan keluarganya
  • Karena tidak segera mengutarakan niat baiknya, dia dianggap tercela
  • Karena dia tidak bersemangat datang ke pameran pernikahan, dia dianggap tidak serius
  • Begitupun awalnya anggapanku padanya
  • Sedih dan kecewaku padanya
  • Apakah dia hanya bermain main denganku
  • Sedangkan aku sendiri, tidak ingin dan tidak nyaman berpacaran
  • Aku hanya ingin menyegerakan pernikahanku
  • Setelah semuanya terjawab olehnya untukku
  • Aku mohon semua untuk mengertinya
  • Aku mohon untuk tidak menilainya jelek
  • Aku mohon untuk tidak menganggapnya tidak serius
  • Karna bukan itu yang dialaminya
  • Niatnya tetap serius untuk dapat mengucapkan ijab kabul dengan ayahku
  • Namun semua niat baik itu perlu pengorbanan
  • Dia tidak ingin dianggap tidak bermodal
  • Dia ingin menjaga harga diri nya dan kehormatan orang tuanya
  • Dia tidak ingin mengabaikan saudara sekandungnya
  • Dia tidak ingin kelak menjadi suami tidak bertanggung jawab
  • Dia ingin kelak aku bahagia dengannya
  • Aku, hanya memohon untuk sedikit memahaminya
  • Bukan karena terbelenggu oleh cinta aku membelanya
  • dan menutup mataku, bukan itu…
  • Dia hanyalah manusia biasa, dengan keterbatasan
  • Belum bisa bukan berarti tidak bisa
  • Dia hanya masih belajar
  • Itulah mengapa aku hanya membiarkannya
  • biar dia belajar kerasnya hidup
  • sampai suatu saat, dia akan menjadi kuat dan kokoh
  • Yang akan menjadi tempat ku bergantung setelah Allah
  • Tempatku berlindung di dunia, setelah Allah
  • Tempatku belajar dari pengalaman hidupnya
  • Kalau dia sudah berhak atasku
  • Insya Allah, aku akan mendukung dan mengisi celah kosong di hidupnya
  • Seperti halnya dia akan mengisi celah kosong di dalam hidupku
  • Ketika saat itu aku ditanya apakah dia bisa menjamin masa depanku
  • Pastinya akan aku jawab, Dia Tidak Bisa Menjamin Masa Depanku
  • Yang Pasti, Dia akan berusaha Menghidupi, melindungi dan Memeniuhi Kebutuhan hidup aku dan anak-anak kami.
  • Hanya itu yang kubutuhkan, kesungguhan dan usahanya untuk bertanggung jawab sebagai imam dalam keluarga
  • Bila ternyata semua orang tidak bisa melihat usahanya, melainkan hasil akhirnya
  • Tolonglah sekali lagi untuk memahami kami
  • Jangan tuntut lebih dari kemampuan kami
  • Dengan kecukupan saja Insya Allah kami sudah bahagia
  • Kami ini hanyalah wanita dan lelaki akhir zaman yang lemah yang sedang berusaha memperbaiki diri, yang bukan berarti akan sempurna
  • Karena Kesempurnaan hanyalah Milik-Nya

Jakarta

Wilma ID

*) Jika niat baik kami direstui, tolong bantu dan permudahlah jalan kami, bukan dengan mencecar kami untuk mecari jawaban diluar batas kemampuan kami, dan mungkin kemampuan manusia.

 

Tentang wilma

hanya manusia biasa yang ingin hidup bersama dengan manusia biasa, mengharap Ridho-Nya.
Pos ini dipublikasikan di Me & Him in Relationship. Tandai permalink.

3 Balasan ke Pahamilah kami

  1. yuyi berkata:

    Hi wilma, nice post…
    itu juga sebagian yg ada di pikiran dan benak kami(aku dan pasanganku)…
    aku baru baca blog kamu waktu tadi search riasan untuk pernikahan…
    muncul gmbr dan aku klik lgs ke blog kamu…
    sekali lagi aku suka note kamu yang ini…
    two thumbs up…
    ^_^…

    • wilma berkata:

      @yuyi

      Thanks ya… btw salam kenal ya…
      Wah congrat ya dengan rencana pernikahannya.. gimana dah sampai mana persiapannya?? rncananya kapan?
      Iya kadang emang mau nikah ada aja kendalanya, ga hanya materi, tapi juga hal-hal yang kayak gini ni…
      Alhamdulilah sekarang aku dah nikah, emang ortu susah buat percaya sama suamiku, apalagi masalah “karier”/pekerjaan. Padahal bulan2 pertama nikah, suamiku sering pindah kerja, dan ortu sepertinya masih kurang “mantap” dengan pekerjaan suamiku yaah karna itu dianggap “tidak menjamin masa depan” hehehe..
      Tapi aku cuma senyum2 aja dpan ortu n bilang “tenang aja, semuanya kan mulai dari bawah” gitu hehe, n sambil terus semangatin suami tuk cari yang lebih baik. Alhamdulilah sekarang ortu dah ga “merendahkan” pekerjaan dan kemampuan suamiku.

      Btw kalo dah mau persiapan pernikahan berarti ortu dah ga masalah kan ama calonmu?? btw setelah nikah, pertanyaan2 ortu pasti muncul. Analisaku si kayaknya mereka cuma pengen memastikan bahwa anaknya akan hidup kecukupan dan bahagia. Jadi saranku, jangan marah atau ngambek ma ortu kalo nanya yg model “interogasi” gitu. Just smile… hehehe… jadi curhat nie.. Btw Sukses ya buat your wedd…

  2. yuyi berkata:

    Hi wilma,, maaf baru buka blog kamu lagi…
    Persiapannya masih ribet nentuin tanggal,, husft.. biasa,, banyak sekali aturannya..
    Alhamdulillah ortu sreg sm pasanganku, seperti halnya camer juga menerima aku..
    Sambil nunggu nentuin tanggal, aku sm Cami(calon suami), suka hunting2 rias, sovenir sndiri di web.. Buat lucu2an sih,, biar nggak stress.. hehehe.. habis suka senewen sih, terlalu banyak aturan dan keinginan..
    “aku hanya ingin bercinta,, dengan kamu sendiri.. nggak perlu si anu, si itu,, harus gini musti gitu… by jamrud”
    *jadi curhat* *maafkan yak*

    Note kamu banyak membantu memacu semangat kami(aku dan cami),, terutama aku..
    bahwa, hanya kita yg paling tahu apa yg terbaik dalam hidup kita.. Karena kita yg menjalani…
    Terima kasih sdh berbagi..
    keep contact ya sist..
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s